cara-meningkatkan-kecepatan-dalam-speed-skating

Cara Meningkatkan Kecepatan dalam Speed Skating. Kecepatan di speed skating inline tidak hanya soal kaki kuat, tapi kombinasi teknik, kekuatan, daya tahan, dan efisiensi gerakan. Pembalap yang naik dari 35 km/jam rata-rata ke 42–45 km/jam biasanya hanya butuh 3–6 bulan latihan terstruktur. Berikut metode yang terbukti paling efektif di kalangan atlet nasional dan internasional, tanpa harus menunggu bertahun-tahun. BERITA BASKET

Memperbaiki Teknik Dasar: Fondasi Kecepatan: Cara Meningkatkan Kecepatan dalam Speed Skating

Sebelum menambah tenaga, pastikan teknik sudah benar. Dua hal paling berpengaruh:

  • Full weight transfer: Saat mendorong, seluruh berat tubuh harus benar-benar pindah ke kaki penyangga. Banyak pembalap hanya memindahkan 60–70 %, sehingga kehilangan 15–20 % tenaga dorongan. Latih dengan meluncur satu kaki sejauh mungkin setelah setiap dorongan.
  • Double push yang benar: Dorong ke luar (under push) lalu dorong ke dalam sebelum kaki kembali ke bawah badan. Teknik ini menambah 3–5 km/jam tanpa tenaga ekstra. Mulai latih di kecepatan rendah (20–25 km/jam) sampai gerakannya otomatis.
  • Posisi rendah: Turunkan pinggul 5–8 cm lebih rendah dari biasanya. Setiap penurunan 1 cm mengurangi hambatan udara hingga 2–3 %. Latih squat skate hold 3 × 60 detik setiap sesi.

Latihan Kekuatan Khusus di Luar Lintasan: Cara Meningkatkan Kecepatan dalam Speed Skating

Kecepatan datang dari kekuatan satu kaki yang eksplosif. Latihan terbaik:

  • Jump squat satu kaki – 4 set × 8–10 repetisi per kaki.
  • Bulgarian split squat dengan beban tubuh atau tambahan – 4 × 12.
  • Plyometric box jump satu kaki – fokus landing stabil.
  • Inline-specific hill sprint – cari tanjakan 8–12 %, lakukan 8–12 × 20–30 detik full power, recovery meluncur turun pelan.

Lakukan 2–3 sesi kekuatan per minggu, tidak pernah di hari yang sama dengan latihan teknik kecepatan tinggi.

Latihan di Lintasan: Interval yang Tepat

Program paling efektif untuk menaikkan top speed dan cruising speed:

  • 400 m interval – 8–12 repetisi pada 95–100 % kecepatan maksimal, istirahat 2–3 menit. Tujuan: membiasakan tubuh di zona anaerobik laktat.
  • 200 m flying start – akselerasi 100 m santai, lalu 200 m full gas, recovery penuh 4–5 menit. Ulangi 6–10 kali. Ini yang paling cepat menaikkan kecepatan puncak.
  • Pyramid 100-200-300-200-100 m – semua di atas 98 %, istirahat sesuai jarak (100 m = 2 menit, 300 m = 5 menit).
  • Over-distance tempo – 10–15 km di 80–85 % intensitas untuk membangun kapasitas aerobik agar bisa mempertahankan kecepatan lebih lama.

Lakukan 2 sesi interval keras per minggu, sisanya volume rendah atau teknik.

Kesimpulan

Kecepatan naik paling cepat ketika teknik sudah efisien, kekuatan satu kaki meningkat, dan tubuh terbiasa bekerja di intensitas tinggi. Jangan hanya menambah jarak lari atau volume, tapi fokus pada kualitas setiap repetisi. Dalam 8–12 minggu dengan program di atas, kebanyakan pembalap menengah bisa menambah 4–7 km/jam pada kecepatan rata-rata balapan dan 6–10 km/jam pada top speed. Mulai sekarang: perbaiki teknik dulu selama 2 minggu, tambah kekuatan, baru hajar interval. Hasilnya akan terasa di lap berikutnya. Kecepatan bukan bakat, tapi hasil kerja cerdas. Gaspol!

BACA SELENGKAPNYA DI..

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *