Atlet Dunia dengan Kebiasaan Latihan Paling Aneh. Latihan atlet elit tidak selalu tentang gym, lari, atau repetisi berat. Banyak dari mereka mengandalkan rutinitas aneh yang justru jadi kunci konsistensi dan keunggulan mental. Kebiasaan ini sering lahir dari eksperimen pribadi, tradisi budaya, atau bahkan saran pelatih eksentrik. Yang menarik, keanehan tersebut tidak mengurangi hasil—malah sering kali menjadi pembeda antara juara dan runner-up. Berikut beberapa contoh kebiasaan latihan paling aneh yang dilakukan atlet dunia, baik dari masa lalu maupun yang masih aktif hingga 2026. BERITA BASKET
Berlatih di Ketinggian Ekstrem dengan Musik Klasik: Atlet Dunia dengan Kebiasaan Latihan Paling Aneh
Seorang perenang jarak jauh legendaris pernah rutin berlatih di kolam renang pegunungan pada ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut. Ia sengaja memilih lokasi itu agar tubuh terbiasa kekurangan oksigen, tapi yang lebih aneh adalah ia selalu mendengarkan simfoni Beethoven melalui headphone anti-air selama setiap sesi. Menurutnya, irama klasik membantu mengatur napas dan detak jantung lebih stabil dibandingkan musik upbeat. Kebiasaan ini berlangsung selama bertahun-tahun dan dianggap berkontribusi besar pada dominasinya di nomor open water. Pelatihnya sempat skeptis, tapi akhirnya mengakui bahwa kombinasi hipoksia alami dan ritme musik membuat pemulihan lebih cepat dan fokus mental jauh lebih tajam.
Latihan Bayangan di Depan Cermin dengan Mata Tertutup: Atlet Dunia dengan Kebiasaan Latihan Paling Aneh
Seorang petinju kelas berat pernah terkenal karena latihan shadow boxing setiap pagi selama 45 menit dengan mata tertutup sepenuhnya. Ia berdiri di depan cermin besar, tapi sengaja menutup mata agar mengandalkan ingatan gerakan lawan dan insting tubuh. Kebiasaan ini dimulai setelah ia mengalami cedera mata ringan yang memaksanya beradaptasi. Anehnya, setelah beberapa bulan, ia justru merasa lebih tajam dalam membaca gerakan lawan di ring karena tidak lagi bergantung pada penglihatan. Rutinitas ini tetap ia jalani hingga pensiun, dan banyak pelatih muda kini mencoba meniru meski dengan durasi lebih pendek. Menurutnya, latihan ini melatih “mata batin” yang membuat refleks dan timing jauh lebih baik dibandingkan latihan biasa.
Pemulihan dengan Tidur di Kamar Beroksigen Tinggi
Seorang pelari jarak menengah asal Eropa Timur punya kebiasaan tidur di kamar khusus yang oksigennya dinaikkan hingga 30 persen setiap malam setelah latihan keras. Kamar itu dilengkapi sistem filtrasi dan generator oksigen, sehingga ia tidur seperti berada di ketinggian rendah tapi dengan kadar oksigen lebih tinggi. Kebiasaan ini dimulai setelah ia membaca studi tentang pemulihan atlet di lingkungan oksigen tinggi. Hasilnya, ia mengklaim pemulihan otot lebih cepat 20–30 persen dan jarang mengalami overtraining. Meski terdengar mewah dan aneh, rutinitas ini cukup umum di kalangan atlet endurance elit Eropa dan Asia, terutama menjelang kejuaraan besar. Ia juga menambahkan ritual minum air mineral dingin sebelum tidur untuk menjaga suhu tubuh tetap rendah.
Kesimpulan
Kebiasaan latihan paling aneh dari atlet dunia sering kali terlihat tidak logis di mata orang biasa, tapi justru menjadi rahasia di balik performa luar biasa mereka. Dari mendengarkan musik klasik di ketinggian ekstrem, shadow boxing dengan mata tertutup, hingga tidur di kamar beroksigen tinggi, semua itu menunjukkan bahwa olahraga level atas bukan hanya soal fisik, melainkan juga kreativitas dan keyakinan pribadi. Yang menarik, kebiasaan aneh ini biasanya lahir dari eksperimen panjang dan penyesuaian sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. Meski tidak semua bisa ditiru, fakta ini mengingatkan bahwa di dunia olahraga, “aneh” kadang justru menjadi cara paling efektif untuk menang.